Flickr Images

  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

Showing posts with label Klungkung. Show all posts
Showing posts with label Klungkung. Show all posts

Wednesday, August 24, 2011

SATE LANGUAN

Selain Sate Plecing dan Sate lilit, Bali mempunyai sate languan, sate kakul dan juga Sate Susu. Nah pada kesempatan ini, saya akan memposting Sate Languan berikut resep pembuatannya.

Sate languan terbuat dari ikan laut, kelapa muda, bumbu dan gula. Sate ini merupakan makanan khas kabupaten Klungkung, namun penyebarannya hampir di seluruh Bali. sate ini digunakan sebagai hidangan dan sajian pada upacara keagamaan. Sebagai hidangan sate languan sebaiknya dihidangkan dalam keadaan panas (segera setelah dipanggang). Sate languan dapat tahan sampai satu hari tidak rusak.

Nah, berikut bahan-bahan dan cara pemmbuatannya, cekidot....

Bahan :
Ikan 3 kg
Kelapa muda 3 butir
Kelapa tua 0,5 butir

Bumbu :
Bawang putih 15 biji
Bawang merah 32 biji
Jahe 1 empang besar
Cabai merah 40 biji
Terasi 30 kg
Garam 1 sendok makan
Lemo 1 butir
Gula secukupnya

Cara Pembuatan:
10 biji bawang putih, 12 biji bawang merah dan jahe diiris-iris kemudian ditambahkan dengan 20 biji cabai merah terus ditumbuk. Bawang merah dan bawang putih sisanya dan cabai sebanyak 20 biji diiris-iris, kemudian masing-masing digoreng dengan minyak kelapa. Terasi, garam dan gula diulek sampai lumat selanjutnaya ditambahkan dengan santan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Kedalam campuran gula, terasi dan garam yang telah lumat ditambahkan dengan cabai segar yang telah dicincang. Semua bahan yang telah disiapkan tadi dan daging ikan yang telah ditumbuk halus dicampur menjadi satu, selanjutnya ditambahkan lemo dan fitsin secukupnya. Campuran ini diuleni sampai lumat dan selanjutnya disebut adonan. Adonan tersebut kemudian dililitkan pada tusuk sate (yang terbuat dari pelepah daun kelapa). Selanjutnya tusuk sate yang telah dililitkan dengan adonan tersebut dipanggang diatas bara api yang dibuat dari tempurung kelapa sampai matang. Selanjutnya sate languan siap dihidangkan.

sumber: baliaga.com
gambar: indonesia.gunadarma.ac.id

Thursday, January 13, 2011

Serombotan Khas Bali

Serombotan adalah makanan khas dari daerah Klungkung yang dapat kita nikmati hampir di setiap daerah di Bali. Serombotan terdiri dari berbagai jenis sayuran dengan racikan bumbu khas. Jika anda ingin menikmati menu yang satu ini, nggak perlu jauh-jauh datang ke Bali, anda dapat mencobanya sendiri di rumah dengan melihat resep di bawah ini. Namun jika anda kebetulan ada di Bali dan malas untuk membuatnya, anda bisa datang ke warung yang menjual serombotan. Hanya dengan Rp 3000, anda sudah dapat menikmati serombotan alias jukut base kables.

Bahan:

Sayuran yg di rebus :

* 2 ikat kacang panjang,dipotong2 3cm atau sesuai selera
* 1 ikat bayam,disiangi
* 100 gr tauge
* 1 buah pare, potong-potong
* buah terung bulat, potong-potong ( tdk direbus jg ngak apa2) sesuai selera aja

Bahan bumbu :

* 2 buah cabe merah
* 3 siung bawang merah
* 3 cm kencur
* 3 butir kemiri
* 1/2 sdt terasi
* 50 gr kacang tanah sangrai
* Garam, gula pasir secukupnya
* 2 buah jeruk nipis
* 1/2 gelas air
* ( haluskan = bumbu kacang )

Sambal kelapa :

* 1 buah cabai merah, goreng
* 1 siung bawang putih, goreng
* 1/2 sdt terasi bakar
* 100 gr kelapa parut, sangrai

Cara membuat :

1. Haluskan cabai,bawang merah,kencur,kemiri,terasi,kacang tanah,garam,gula.Beri air jeruk nipis dan 1/2 gelas air.
2. Haluskan cabe merah goreng,bawang putih goreng,dan terasi bakar kemudian diaduk rata dengan kelapa yg sdh disangrai
3. Susun semua sayuran rebus dalam jumlah yang sama banyaknya.
4. Taburi sambal kelapa. Siram bumbu kacang. Taburi dgn kacang kedelai goreng

Selamat mencoba...

Thursday, November 25, 2010

Berjemur seharian cuma dapet Rp 5000

Jika Anda datang ke Pantai Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, Anda akan melihat aktivitas puluhan pencari batu sikat yang berjemur di atas hamparan pasir hitam di pinggir pantai. Meski seharian berjemur, penghasilan para pencari batu sikat ini tidak sepadan dengan mahalnya harga batu sikat di pasaran.


Dadong (nenek) Nur merupakan salah satu pencari batu sikat yang rela berjemur di Pantai Kusamba bersama puluhan pencari batu sikat lainnya.

Setiap harinya, wanita tua ini mengaku sudah berjemur mulai pagi hingga sore hari. Di bawah terik matahari, wanita yang berumur sekitar 80-an tahun ini dengan sabar mencari batu sikat yang ada di sepanjang Pantai Kusamba.

Satu persatu butiran batu sikat berwarna hitam mengkilap dikumpulkan Dadong Nur dengan tangan tuanya dan dikumpulkan di dalam wadah dari anyaman bambu.

Meski rela berjemur seharian di bawah terik sinar matahari, penghasilan yang diperoleh Dadong Nur amatlah kecil.

“Batu sikat ini saya jual seharga Rp. 5.000 kepada pengepul. Kalau lagi untung, kadang-kadang bisa dapat Rp 11.000 per hari dengan menjual satu wadah kerontong (kaleng) penuh batu sikat,” kata wanita yang mengaku sudah berusia remaja saat masa penjajahan Jepang ini.

Aktivitas pencarian batu sikat sebenarnya sudah dilarang di beberapa Pantai di Bali karena bisa merusak lingkungan dengan mempercepat terjadinya abrasi pantai.

Namun aktivitas pencarian batu sikat di Pantai Kusamba Klungkung hingga kini belum tersentuh aturan terkait penyelamatan lingkungan.

Sumber: beritabali.com