Flickr Images

  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

Showing posts with label nyepi. Show all posts
Showing posts with label nyepi. Show all posts

Tuesday, March 25, 2014

OGOH-OGOH DAN NYEPI 2014

Jika anda kebetulan berada di BALI akhir bulan Maret ini, maka anda akan menyaksikan ritual keagamaan yang unik dan menarik dalam menyambut Tahun Baru Saka 1936. 

Sehari sebelum hari raya nyepi, masyarakat yang beragama Hindu di Bali biasanya menggelar pawai ogoh-ogoh yang biasa disebut malam pengrupukan.

Ogoh-ogoh dengan rupa menakutkan yang terbuat dari anyaman bambu ini akan berkeliling diiringi oleh suara gamelan yang memekakan telinga. Tujuannya adalah untuk menetralisir kekuatan negatif/jahat atau dalam agama hindu disebut Buta kala.

Setelah sehari penuh orang-orang memenuhi jalan dalam pawai ogoh-ogoh, keesokan harinya suasana akan berubah menjadi sunyi senyap. Inilah yang disebut dengan Hari Nyepi, dimana seluruh masyarakat Hindu Bali melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Dan bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.




Saturday, March 10, 2012

OGOH-OGOH SAMBUT NYEPI 2012

Hari raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1934 jatuh pada hari Jumat, 23 Maret 2012. Seluruh aktivitas masyarakat Bali sunyi senyap mulai hari jumat pukul 06.00 Wita sampai hari Sabtu pukul 06.00 Wita.
Pintu akses menuju Pulau Bali pada tanggal 23 Maret 2012 akan ditutup selama 24 jam. Terminal, Bandara,pelabuhan dan pasar yang merupakan tempat umum yang ramai dihari biasa, akan tampak sunyi pada saat perayaan nyepi.

Satu hari sebelum perayaan Nyepi, masyarakat Bali akan berkeliling dengan mengarak ogoh-ogoh yang umumnya terbuat dari bambu yang dianyam sedemikian rupa sehingga membentuk wujud yang diinginkan, namun sekarang warga Bali yang kreatif membuat ogoh-ogoh bukan hanya dari bambu melainkan dari kaleng bekas. Ogoh-ogoh yang ditempatkan di depan tempat hiburan malam Grahadi, Jalan Bay Pass Ngurah Rai, Kuta ini terbuat dari 3218 kaleng minuman bekas.

Selain dari kaleng bekas, salah satu sanggar perajin ogoh-ogoh terbesar di Denpasar, Bali mulai mengembangkan pembuatan ogoh-ogoh dengan bahan gabus. Sanggar Gases yang terletak di Jalan Sesetan Denpasar ini bahkan sudah menerima pesanan lebih dari seratus ogoh-ogoh gabus.

Ogoh-ogoh yang merupakan simbol keserakahan biasanya berwujud raksasa (butha-kala), namun diantara ogoh-ogoh raksasa yang dibuat warga untuk menyambut hari Raya Nyepi 2012, ada wajah ogoh-ogoh mirip Nazarudin dan Angelina Sondakh di Jalan Kapten Sujana, Denpasar.
Mungkin ogoh-ogoh ini merupakan salah satu bentuk kritik sosial.





Tuesday, March 1, 2011

OGOH-OGOH GAYUS DI BALI

Hari Raya Nyepi di Bali identik dengan pawai ogoh-ogoh. Menjelang perayaan Nyepi di Bali, muncul Ogoh-ogoh berwujud mirip dengan sosok Gayus. Ogoh-ogoh mirip Gayus ini dibuat Komang Tanaya seorang warga Denpasar, Bali.

Ogoh-ogoh yang menghabiskan dana sebesar 1 juta ini sangat identik dengan Gayus.
Sebagai simbol keserakahan, kedua tangan ogoh-ogoh Gayus, yaitu tangan kanan menggenggam sejumlah uang dan tangan kiri menenteng koper yang penuh dengan uang.


Ogoh-ogoh Gayus dibuat memakai baju batik, serupa dengan baju batik yang dikenakan saat Gayus menjadi terdakwa di persidangan.

Patung ogoh-ogoh yang dibuat dalam waktu singkat sekitar satu minggu itu kini dipajang di depan rumah Komang Tanaya di Jalan Kapten Sujana, Denpasar. Ogoh-ogoh penuh kritik sosial ini menjadi pusat perhatian para pengguna jalan yang melintas.

Bagi umat Hindu Bali, patung ogoh-ogoh yang biasanya berbentuk wajah raksasa menyeramkan merupakan simbol keburukan yang nantinya akan dibakar sebelum hari raya Nyepi tiba dengan tujuan untuk memusnahkan keburukan tersebut.