PAWAI OGOH-OGOH DI PUPUTAN DENPASAR

Written By Hendrik Ssi on Friday, March 23, 2012 | 1:49 AM

Pawai ogoh-ogoh yang merupakan bagian dari ritual perayaan Nyepi, melibatkan desa adat atau desa pekraman di Denpasar.
Menjelang malam pengerupukan, puluhan ogoh-ogoh dari berbagai wilayah di Kota Denpasar, Bali, diarak lebih dulu pada Kamis (22/03/2012) sore. Puluhan ogoh-ogoh ini bertarung untuk menjadi yang terbaik dalam festival ogoh-ogoh dengan disaksikan ribuan penonton yang memadati kawasan Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Berbagai jenis ogoh-ogoh ambil bagian dalam festival ini, di antaranya ogoh-ogoh pewayangan dan raksasa atau makhluk jahat berbadan besar dengan wajah menyeramkan. Tak hanya keunikan ogoh-ogoh yang dinilai dalam festival ini, kreasi tari dan tabuh yang mengiringi ogoh-ogoh juga menjadi perhatian juri dan warga yang menonton.

Festival ogoh-ogoh ini menjadi hiburan bagi warga Denpasar dan sekitarnya sebelum melakukan Catur Brata Penyepian, Jumat besok. "Setiap tahun ke sini, ogoh-ogohnya tahun ini lebih menarik dibanding tahun sebelumnya," ujar Topik, warga Poh Gading, Denpasar, di sela-sela menonton ogoh-ogoh.

Pada malam pengerupukan nanti, ribuan ogoh-ogoh di seluruh penjuru Pulau Bali akan diarak keliling kota hingga pelosok-pelosok desa. Setelah diarak keliling, ogoh-ogoh akan langsung dibakar sebagai simbol penghapusan sifat-sifat buruk supaya tidak mengganggu saat Catur Brata Penyepian besok.

sumber: kompas.com
gambar:sindonews.com
SHARE

About Hendrik Ssi

0 comments :

Post a Comment